Tuesday, 28 January 2014

6. Apakah di Wajahnya Ada Cap Beriman ?

Dalam peperangan menghadapi orang kafir, Umar bin Chattab berhasil menjatuhkan musuhnya. Ketika Umar mengangkat pedang untuk membunuhnya, orang kafir itu mengucapkan syahadat. Namun oleh Umar orang kafir itu tidak dipedulikan. Dan orang itu tetap dibunuhnya.

Peristiwa dilaporkan oleh para sahabat kepada Nabi SAw. Umar dipanggil dan ditanya, "Benarkah engkau membunuh orang kafir yang telah mengucapkan syahadat?"

Umar tergagap berdalih,"Betul, sebab ia mengucapkan syahadat hanya untuk melindungi nyawanya semata"

Maka Nabi merah padam dan menegur keras."Umar...apakah di wajah orang itu ada cap yang mengatakan bahwa ia tidak beriman? jangan kau ulangi lagi perbuatan itu. Engkau tidak dapat membaca hati orang lain. Siapa tahu hidayah turunnya justru pada saat itu."

Umar amat menyesali kecerobohannya dan berubah menjadi panglima perang yang paling pemaaf. Jadi, tidak benarlah bahwa Islam ditegaskan dengan perang.

Bacalah surat Al BAqoroh ayat 256 yang berbunyi," Tidak ada paksaan dalam agama. Sudah jelas petunjuk yang benar dari pada kesesatan."

Ayat ini diturunkan ketika seorang bekas Yahudi bernama Al Hussain datang kepada Nabi mangadukan kedua anaknya yang bersikera tidak mau masuk Islam.

Al Hussain bertanya,"Apakah boleh kupaksa keduanya dengan kekerasan agar bersedia menjadi muslim?"

Nabi menjawab,"Tidak. Tidak ada paksaan dalam agama."

Malah paman beliau sendiri Abu Tholib tetap tidak mau masuk Islam sampai akhir hayatnya. ia dibiarkan tetap menjadi musyrik karena sudah berkali-kali diajak tetap tidak mau.

Itulah sebabnya dalam surat Al Kaafirun Allah menegaskan," Katakanlah hai kaum kafir. Aku tidak akan akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kalian tidak perlu menyembah apa yang kusrembah.... Bagimu agamamu bagiku agamaku"


Penulis Asli: K.H Abdurrahman Arroisi

No comments:

Post a Comment